Selasa, 30 September 2008

Sepurane Yo !

Setetes embun di pagi hari

Menyongsong datangnya sinar mentari

Dengan ketulusan dan kerendahan hati

Ijinkan kami mohon maaf di hari yang fitri

Kamis, 25 September 2008

Mudik Lebaran dan Hutang

L

autan manusia dengan membawa beberapa tas dan berbagai barang bawaan tanpa ada yang mengomando, berbondong-bondong menyerbu terminal bus dan stasiun kereta api. Ini bukan aksi unjuk rasa, tetapi sebuah kejadian rutin yang dapat kita jumpai setiap tahun menjelang hari lebaran. Gelombang mudik lebaran mengalir demikian hebatnya seperti air bah yang tak tertahankan lagi. Orang rela berebut dan berdesakan dalam kendaraan umum. Harga tiket yang melambung berlipat-lipat tak jadi soal, asalkan mereka bisa sampai di kampung pada saat Lebaran.

Mengapa mereka ngotot untuk mudik di waktu lebaran?

Di kampung pada masa Lebaran orang dapat menemukan banyak hal yang tidak mereka temukan di kota yang sistem kehidupannya amat kompetitif dengan gaya kehidupan yang sudah mulai mengarah kepada individualisme. Mereka dapat menikmati –meskipun hanya sesaat-- suasana perkampungan yang masih diselimuti gairah persaudaraan yang belum terjamah oleh gaya individualistis.

Budaya kita yang senantiasa menganjurkan sikap hormat dan menjunjung tinggi orang tua juga ikut menciptakan semangat mudik ini. Dengan pulang kampung mereka bisa menemukan kehangatan berjumpa dengan keluarga, terutama bagi yang masih mempunyai orang tua. Sedang bagi orang tuanya yang sudah meninggal dunia mereka akan berziarah ke makam orang tua dan leluhurnya, serta bersilaturahmi dengan sanak keluarganya.

Bagi orang-orang kecil yang sepanjang kehidupannya dihimpit berbagai tekanan, lebaran di kampung memberi makna kembali kehadirannya sebagai manusia. Eksistensinya sebagai manusia seakan mereka temukan kembali walaupun itu hanya beberapa hari. Demi menemukan eksistensi diri yang hilang itulah mereka rela berebut dan berdesakan dalam kendaraan umum. Tak lupa pula baju baru dan oleh-oleh yang cukup banyak juga menjadi “suatu kewajiban” bagi mereka yang mudik lebaran. Nampaknya hal itu juga akan menunjukkan eksistensi diri bagi mereka karena akan menjadi simbol kesuksesan mereka di kota. Dan semua itu harus dibayar dengan harga yang tidak murah.

Ironisnya tidak semua orang bisa mewujudkan hal tersebut dengan mudah terutama bagi yang elit (ekonomi sulit). Di antara mereka tidak sedikit yang tetap memaksakan diri untuk bisa memenuhi “kewajiban” itu. Sehingga demi mendapatkan uang dalam tempo singkat mereka menempuh alternatif dengan cara mencari pinjaman (hutang) atau pergi ke pegadaian (baik yang resmi maupun yang gelap) untuk menggadaikan barang berharga yang masih dimilikinya agar dapat mudik di waktu lebaran. Namun begitu lebaran telah usai, sekian banyak tanggungan hutang akan menghantui kehidupannya.

Mudik waktu lebaran memang telah menjadi tradisi yang tidak begitu saja bisa diubah. Atau barangkali memang tidak perlu diubah dan tidak perlu dihilangkan, karena memang sudah merupakan hak setiap orang untuk pulang kampung. Yang perlu dihilangkan adalah dampak negatif yang timbul dari mudik di waktu lebaran itu sendiri. Setuju?

Senin, 22 September 2008

Awas ! Bisa Celaka

Lima orang siswa SMP YPPI Donokerto yang duduk di pagar pembatas lantai 2 gedung sekolahnya ini memang lagi asyik mengikuti acara yang ada di halaman sekolahnya. Sebetulnya mereka sadar apa nggak ya kalau ulah mereka itu bisa membawa petaka. Kalau jatuh dan mengalami patah tulang, siapa yang harus bertanggung jawab.



Cuma mementingkan diri sendiri

Ini salah satu perilaku penumpang kapal feri Ujung-Kamal yang seenaknya sendiri tanpa memikirkan kepentingan orang lain. Disuruh naik ke dek penumpang tidak mau, lebih memilih duduk di anak tangga (foto 1). Akibatnya tentu mengganggu orang yang mau lewat untuk naik ke dek penumpang (foto 2 & 3). Padahal tempat duduk di ruang penumpang masih banyak yang kosong (foto 4)



Foto 1


Foto 2


Foto 3


Foto 4

Senin, 21 April 2008

Manfaat Daun Sambung Nyawa dan Benalu

DAUN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS [LOUR] MERR)
Daun sambung nyawa adalah famili dari beluntas yang banyak tumbuh di Asia tropis (di seluruh Indonesia). Daun ini mengandung komponen aktif: asparaginase (termasuk dalam daftar obat anti kanker)

Berdasarkan pengalaman pribadi Prof. Asmino (dalam bukunya yang berjudul “Pengalaman Pribadi”), dan pengalaman orang lain, daun sambung nyawa ini berkasiat untuk:
- Mengobati kanker
- Menurunkan tekanan darah, yang bertekanan darah rendah tidak dibenarkan memakainya
- Mengecilkan dan menyembuhkan wasir
- Mengobati perut yang mulas
- Luka sayat dapat menutup dengan cepat
- Menurunkan kadar kolesterol dalam darah
- Mengempiskan bisul sebelum bernanah
- Jika dikunyah dapat mengurangi rasa sakit gigi
- Menghancurkan batu ginjal

Cara pemakaian
a. Untuk menjaga kesehatan: 3-5 lembar daun sehari
b. Untuk pengobatan:
- 5 – 7 lembar, 3 kali sehari sampai sembuh
- Kanker: dianjurkan untuk makan seumur hidup atau setidaknya selama beberapa tahun, berdasarkan pertimbangan bahwa kanker tidak dapat 100% hilang dari tubuh

Ada 3 cara pemakaian
Makan setiap hari sebanyak 5 – 7 lembar daun 3 kali sehari selama 4 bulan, istirahat 3 minggu, kemudian diteruskan makan lagi (Yang dimaksud dengan istirahat makan ialah untuk menghindari efek samping kalau ada. Walaupun demikian sampai sekarang belum diketahui efek sampingnya)
Makan terus menerus tetapi hanya 6 hari dalam seminggu
Jika keadaan penyakit kanker sudah baik, jumlah daun yang dimakan dalam sehari dapat dikurangi, tetapi sebaiknya tidak boleh kurang dari 3 lebar daun, 3 kali sehari yaitu daun yang lebar-lebar.

Cara menanam
- Disetek
- Ditanam di tempat setengah teduh (60% matahari) agar daunnya tidak menjadi keras
- Jika ditanam di bawah terik matahari, tanaman akan tumbuh menjadi lebih baik tetapi daunnya menjadi lebih tebal dan keras. Gunakan pupuk kandang sebagai penyubur tanaman.


BENALU
Benalu merupakan tanaman parasit yang tumbuh di pohon dan makan dari pohon. Bila dahan pohon digigit terasa pahit, benalunyapun akan terasa pahit. Carilah benalu yang tidak pahit, yaitu yang berasal dari pohon buah-buahan atau cemara.

Benalu mengandung bahan aktif Viscotoxin yang berkasiat mematikan sel tumor. Selain itu juga mengandung bahan aktif Mistellektin-1 yang berkasiat membantu mematikan sel tumor, dan meningkatkan ketahanan tubuh

Cara Pengolahan
- Benalu diambil dari pohon, dicuci, kemudian diangin-anginkan sampai kering dan daunnya masih berwarna kehijauan. Bila dipanaskan di bawah sinar matahari daun benalu akan menjadi coklat dan kehilangan beberapa komponen.
- Bila sudah kering, daun dan tangkai dipisahkan
- Untuk memudahkan penyimpanan sebaiknya daun dimasukkan ke dalam kantong plastik yang besar, kemudian diremas-remas hingga daun menjadi kepingan kecil-kecil. Sedangkan tangkainya dipotong-potong sekitar 1 – 1,5 cm

Cara membuat teh dari Benalu
- 150 gram daun dan tangkai benalu kering direbus dengan air 9 gelas hingga menjadi 6 gelas untuk diminum dalam 1 hari
- Untuk merebus jangan menggunakan wadah yang terbuat dari metal (aluminium atau besi) tetapi gunakanlah wadah dari panci email atau kuali dari tanah.
- Selama merebus, wadah jangan ditutup untuk memudahkan penguapan.
- Mula-mula gunakan api besar sampai air mendidih, kemudian kecilkan api dan jaga agar air tetap mendidih.
- Sesudah menjadi 6 gelas, teh didinginkan dan disimpan dalam gelas atau botol plastik kemudian dimasukkan ke dalam lemari es. Jika teh dibiarkan pada suhu ruangan selama lebih dari 6 jam, teh benalu akan berubah rasa dan khasiatnyapun akan berkurang.

Senin, 31 Maret 2008

Nekat Banget


Ini adalah ulah supporter sepakbola yang ingin berangkat ke stadion Tambaksari Surabaya dengan menumpang kendaraan secara gratis. Mereka mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Kalau ada yang celaka, sudah bisa dipastikan pak sopir yang akan disalahkan.

Sabtu, 29 Maret 2008

Ke Carrefour, Jangan Lupa Bawa Kresek Sendiri

Seperti biasa saat kita hendak membayar barang belanjaan di kasir Carrefour, petugas kasir akan menawarkan isi pulsa ulang dan juga tas plastik Green Bag, untuk tempat belanjaan kita. Demikian juga yang saya alami di Carrefour BG Junction Surabaya pada 20 Maret 2008. Kali ini petugas kasir juga melakukan hal yang sama, tapi saya tolak karena memang tidak berminat. Namun mbak di kasir ini menjelaskan bahwa tas kresek putih bertuliskan Carrefour dengan logo berwarna biru dan merah sudah tidak ada. Stok kresek dibatasi dan customer disarankan untuk membeli Green Bag atau barang belanjaan akan dimasukkan dalam kardus (tidak dijelaskan gratis atau harus beli).

Menurut mbak kasir, Green Bag ini bisa dipakai lagi waktu kita berbelanja di Carrefour. Sambil mendengarkan penjelasannya, pandangan saya tertuju ke kasir lain. Ternyata di kasir lain masih memberikan kresek putih untuk tempat belanjaan. Saya protes ke mbak kasir tempat saya mau membayar, yang dijawab bahwa stok kreseknya sudah habis.

Karena kecewa, saya batalkan semua belanjaan. Saya pikir toh masih banyak tempat belanja (hypermarket / supermarket) lain yang tidak mengharuskan customernya membeli tas plastik sebagai tempat belanjaan.

Dari petugas di bagian informasi saya mendapat keterangan bahwa kebijakan ini mulai diberlakukan awal bulan ini (Maret). Hal ini juga dalam rangka mengurangi biaya operasional Carrefour. Kalau memang kebijakan pihak manajemen seperti itu, sekalian aja diberi pengumuman kalau mau belanja ke Carrefour agar membawa tas kresek sendiri dari rumah.

Saya belanja ke Carrefour karena kebetulan berada di kawasan tersebut, bukan memburu harga yang katanya murah. Faktanya, harga di Carrefour tidak lebih murah dari tempat lain. Sebagai contoh harga jambu biji merah di Carrefour Rp. 12500 per kilogram, di hypermarket lain tidak lebih dari sepuluh ribu rupiah.

Kalau digembar gemborkan barang di Carrefour lebih murah dari pasaran, itu hanya untuk barang tertentu dan saat-saat tertentu saja. Maka dengan membeli Green Bag (sebagai pengganti tas kresek putih) yang mungkin lebih dari satu, apa harga yang harus kita bayar masih tetap murah. Bisa-bisa kalau dijumlah justru kita harus membayar lebih mahal karena ada biaya tambahan untuk Green Bag. Sama juga bohong dong. Ternyata kita diakali juga. Hal ini mungkin yang tidak pernah disadari customer.

Prostat, Momok Bagi Pria Dewasa

Prostat. Kata ini sering dikaitkan dengan penyakit yang menjadi momok bagi kaum pria dewasa. Yang dikatakan sakit prostat sebenarnya adalah membengkaknya prostat. Dalam dunia kedokteran disebut hyperplasia. Namun masyarakat awam biasa menyebutnya prostat.

Prostat sendiri sebenarnya bukanlah penyakit. Menurut Prof Dr. Sunaryo Hardjowijoto, dalam buku Benigna Prostat Hiperplasia, prostat adalah suatu organ yang terdiri dari komponen kelenjar, stroma dan muscular. Kelenjar ini mulai tumbuh pada kehamilan umur 12 minggu karena pengaruh dari hormon androgen yang berasal dari testis janin. Ukuran rata-rata prostat pada pria dewasa adalah lebar antara 3-4 cm, panjang 4-6 cm dan tebalnya antara 2-3 cm. Letak organ ini melingkar di leher kandung kemih dan pangkal penis. Prostat membalut saluran kencing atau uretra bagian bawah menyatu dengan saluran sperma yang mengalir dari kedua buah zakar.

Munculnya resiko terserang penyakit ini seiring dengan bertambahnya usia. Semakin bertambah usia semakin tinggi pula resiko terserang prostat. Pada Laporan Khusus majalah Trubus edisi 26 September 2006 disebutkan, pria usia 50 tahun, risiko terserang prostat 50%, sementara pria berusia 60 tahun, resiko terserang 60%.

Gejala Prostat antara lain bisa dikenali dengan tidak lancarnya air kencing yang keluar disertai rasa nyeri. Hal ini disebabkan membesarnya kelenjar prostat yang mengakibatkan uretra tertekan sehingga urine sulit keluar dan menumpuk di kantong kemih. Jika aliran urine kurang dari 10 cc per detik disebut prostat. Idealnya, minimal 15 cc per detik.

Dalam dunia kedokteran dikenal ada 2 hiperplasia: jinak disebut benigna prostat hipertropi alias tumor prostat; dan yang ganas disebut karsinoma prostat atau kanker prostat. Karsinoma prostat itu yang berpotensi metastesis atau menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk mengeroposkan tulang.

Ada beberapa penyebab prostat membesar. Perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5 a reduktase, diduga memicu pertumbuhan sel-sel prostat secara tak terkendali. Ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron diduga turut memicu hiperplasia prostat. Kadar testosteron menurun seiring bertambahnya usia kaum pria; sementara estrogen, relatif tetap. Selain itu prostat juga dapat disebabkan karena bakteri, virus, dan masuknya air kemih ke dalam organ itu. Faktor lain, ketidakseimbangan antara jumlah sel prostat baru dan yang mati. Berkurangnya jumlah sel yang mati mengakibatkan jumlah massa prostat meningkat alias membengkak hingga 2 kali lipat. Nah, bila Anda kaum pria dewasa mengalami kencing tidak lancar seperti anyang-anyangen disertai rasa nyeri segeralah pergi ke dokter agar bisa segera dideteksi apakah itu disebabkan membengkaknya prostat atau bukan.