Rabu, 08 Februari 2017

GIGI RUSAK, YA DICABUT AJA


Pernahkah anda sakit gigi?
Bagi yang pernah mengalami, efek dari sakit gigi ini ternyata luar biasa, bisa “mengalahkan” efek dari sakit yg lain. (Itu kata saya lho…yang pernah ngerasain sakit gigi).
Gara-gara sakit gigi, makanan yang lezatpun  terasa jadi nggak enak. Bahkan malah nggak kepingin makan.  Telinga jadi sensi, dengar suara keras malah bikin gigi makin sakit. Kepala jadi ikutan sakit, bawaannya pingin marah melulu, tapi gak ada yang dimarahi.
Aktivitas jadi terganggu, yang pelajar atau mahasiswa jadi malas pergi ke sekolah / kampus. Yang kerja jadi nggak optimal. Pokoknya gara-gara gigi yang sakit, badan dan aktivitas kita jadi terganggu.
Apalagi kalau sudah diobati tapi kambuh lagi, kambuh lagi dan kambuh lagi. Nah kalo sudah demikian, yang ada dalam benak si penderita adalah ikhlas kehilangan giginya yang telah bikin badan dan aktivitasnya terganggu.  Jalan satu-satunya adalah dicabut,…ya cabut giginya yang jadi trouble-maker.

Kenapa kita tidak ikhlaskan aja untuk “mencabut gigi yang rusak” biar tidak terus menerus mengganggu aktivitas kehidupan kita saat ini?

Silakan analogikan dengan situasi di negeri kita saat ini…

ANDAI WAKTU BISA DIRESET

Andai waktu bisa direset, aku nggak mau reset mulai dari nol alias mulai dari awal kehidupanku. Cuma ingin reset dari tanggal 12 Januari kemarin. Atau kalaupun mundur lagi, nggak usah jauh-jauh, cukup ke tanggal 1 alias awal tahun ini aja.

Sabtu, 31 Desember 2016

Tahun Baru, Ganti Kalender Tanpa Ganti Bulan

Tahun baru, untuk sebagian orang identik dengan 'gegap gempita', identik dengan konvoi, kembang api, terompet, makan-makan dan aktivitas lainnya.
Hakekat tahun baru adalah pergantian dari tahun sebelumnya ke tahun berikutnya. Dan pergantian ini sebetulnya beda tipis dengan ganti bulan, atau ganti hari atau bahkan ganti jam.
Namun yang jadi beda 'tebal' dalam pergantian tahun adalah GANTI KALENDER. Dan kalender itu tidak akan pernah terulang lagi, tidak akan pernah dipakai lagi. Siapapun pasti setuju .....
Beda dengan bulan, hari, tanggal ataupun jam, semuanya akan terulang dan terulang lagi.
Yang namanya bulan tetap ada 12 nama, dari bulan Januari hingga Desember, dan akan kembali ke Januari lagi.
Demikian pula dengan hari, tetap ada 7 nama dari Senin hingga Minggu dan akan kembali ke Senin lagi. Begitu pula dengan tanggal dan jam. Tanggal paling banyak 31. Tidak ada tanggal 32 dan seterusnya. Jam juga demikian, paling 'mentok' jam 24 alias sehari cuma ada 24 jam, gak bakalan ada sehari 25 jam.
Pertanyaannya adalah apakah diri kita juga ikut "berganti" seperti pergantian tahun, dari yang kurang baik jadi lebih baik. Dari yang sudah baik menjadi semakin baik??